Kamis, 11 Agustus 2011

PROFIL KELOMPOK/GAPOKTAN SALUYU

PROPFIL
GAPOKTAN SALUYU
DESA PACING, KECAMATAN JATISARI, KABUPATEN KARAWANG

Gabungan Kelompoktani (Gapoktan) Saluyu, beralamat di KP. Karajan RT 03/04. Desa Pacing Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang berdiri pada tanggal 1 Maret 2007. Sususnan kepengurusan Gapoktan Saluyu adalah sebabagi berikut:
·      Ketua
:
·           H. Murtado
·      Sekretaris
:
·           Maman
·           Dade
·      Bendahara
:
·           Tatang
·           Dadang
·      Unit Usaha

·            
1.        Unit Sarana Produksi
:
·           Maman
2.       Unit Pengolahan Hasil
:
·           Herman
3.       Unit Pemasaran Hasil
:
·           Carsim
4.       Unit Usaha Teknologi
:
·           H. Murtado
5.       Unit Keuangan Mikro

·           Dadang
 Jumlah kelompoktani yang tergabung dalam Gapoktan Saluyu sebanyak 5 kelompoktani dan 1 kelompok wanita tani, yaitu :
         1.         Kelompo Margatani
         2.         Kelompok Saluyu
         3.         Kelompok Garut Jaya
         4.         Kelompok Binangkit
         5.         Kelompok Drajat Tani
         6.         KWT .............
Jenis usaha yang dikelola oleh Gapoktan Saluyu adalah budidaya jamur merang, padi dan ternak domba. Dari ke tiga jenis usaha tersebut yang paling berkembang adalah budi daya jamur merang yanjg dimotori langsung oleh Ketua Gapoktannya yaitu H. Murtado.
 Pada awalnya (tahun 2009) Gapoktan Saluyu hanya memiliki 1 unit kumbung jamur. Untuk menunjang perkembangangan usaha jamur merang, pada tahun 2009 memperoleh pembelajaran Agribisnis jamur merang dari Feati. Pelaksanaan pembelajaran diikuti oleh 20 orang anggota Gapoktan. Setelah mendapatkan pembelajaran usaha jamur merang terus berkembang sampai saat ini., Sampai April 2011 jumlah kumbung bertambah menjadi 41 unit dengan jumlah petani 28 orang. Ini berarti satu orang petani memiliki kumbung antara 1-2 unit. Rata-rata produksi per kumbung adalah 300 kg per periode panen (terendah 250 kg/periode dan tertinggi 400 kg / periode). Target pasar untuk satu orang bandar yang harus dipenuhi sebanyak 3 ton/hari, sedangkan produksi baru mencapai 315 kg/har. Padahal peluang pasar per hari mencapai 2, 7 ton.
Dari hasil budidaya jamur merang ini, masing-masing anggota sudah merasakan adanya peningkatan pendapatn. Setelah punya kumbung jamur pendapatan bulanan rata-rata 2.000.000. Untuk pemasaran jamur sudah menjalin kemitraan dengan bandar dari Kabupaten Karawang dan kabupaten Subang, sehingga pemasaran hasil panen jamur tidak menjadi masalah. Disamping usaha budidaya jamur merang, Gapoktan Saluyu juga telah dapat membuat bibit jamur F2 sendiri. Bibit jamur yang dihasilkan kualitasnya cukup bagus, tidak kalah dengan produsen produsen bibit yang telah ada. Dari usaha pembuatan bibit jamur, selain memenuhi kebutuhan anggota kelompok saluyu, juga sudah digunakan oleh petani jamur di wilayah Kabupaten Karawang bahkan sudah ke luar kabupaten yaitu ke Cirebon dan ke luar provinsi yaitu ke Batam. Permintaan akan bibit jamur yang dihasilkan oleh Gapoktan Saluyu terus mengalir, akan tetapi belum bisa dipenuhi, karena keterbatasan alat dan sumberdaya manusia (anggota) yang menguasai pembibitan. Anggota kelompok yang bisa membuat bibit jamur samapai penyambungan baru 5 orang
Selain usaha budidaya jamur merang dan pembuatan bibit jamur F2, saat ini Gapoktan saluyu mempunyai kegiatan pembuatan kompos dari bekas jamur, penggemukan domba, dan  penyelenggaraan pelatihan P4S
Usaha pengemukan domba dilakukan oleh 20 orang anggota kelompok dengan kepemilikan rata-rata 3 ekor per orang. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan usaha ternak domba, pada tahun 2010 Gapoktan Saluyu mendapatkan pembelajaran mengenai Agribisnis ternak domba dari dana Feati. Teknologi yang digunakan oleh petani dalam pemeliharaan ternak domba sudah ada kemajuan, diantaranya untuk pemeliharaan kesehatan sudah menggunakan obat cacing, kemudian perbaikan tatalaksana kandang, dan perbaikan kualitas pakan. Khusus mengenai pakan, petani sudah menggunakan pakan tambahan hijauan (daun-daunan) ditambah kacang kacangan dan dedak. Juga menggunakan Urea Molases Serbuk (UMS). Dengan pakan seperti ini ada penambanhan berat badan rata-rata 2,5 kg/ekor/ 10 hari. Dari perbaikan kualitas pakan ini, maka petani sedikitnya sudah mulai mendapatkan keuntungan, yaitu apabeli membeli domba seharga 1.000.000, setelah 3 bulan dijual harganya menjadi 1.500.000,-. Berarti selama tiga bulan petani sudah mendapatkan keuntungan 500.000,-.
Pembentukan P4S
Gapoktan sebagai calon tempat pembelajaran (P4S) bagi petani sudah mulai  berkembang. Banyak petani di luar kabupaten yang magang, konsultasi lewat telepon maupun datang secara individu. Materi yang dipelajari adalah; budidaya jamur merang secara keseluruhan dengan teknologi ala “MURTADO” (penekanan terhadap penyelupan media dan pengaturan suhu), pembuatan bibit jamur, dan pembuatan kasmur, juga materi penggemukan domba.
Perkembangan Aset
Aset awal yang dipunyai oleh Gapoktan saluyu untuk budidaya jamur merang hanya Autoclav sederhana bikinan sendiri. Saat ini sudah  mempunyai: 2 buah autoclav, 1 unit inkubator, 1 unit pompa air, 1 unit blower. Aset penunjang laian yaitu;  2 unit meja tulis, dan 1 unit wairless. Aset ini merupakan bantuan dari Dinas Pertanian dan BP4K Kabupaten Karawang.
Perkembangan Modal
Permodalan yang dimiliki oleh Gapoktan saluyu, sebagian besar merupakan bantuan berbagai program pemerintah. Bantuan permodalan adalah:
·           Program PUAP (2011); Rp. 100.000.000, ( disalurkan kepada 5 kelompok uantuk usaha padi, jamur merang dan usaha bakulan)
·           UEP (2010) ; Rp. 40.000.000,- (disalurkan kepada 40 orang)
·           UEP (2011) ; Rp. 43.000.000,- ((disalurkan untuk penamabahan usaha jamur merang)
·           Feati (2008) ; Rp. 17.000.000,- (pembelajaran pupuk organik dan pemijahan ikan lele dumbo)
·           Feati (2009) ; Rp. 21.449.500,- ( Pembelajaran Agribisnis Jamur Merang)
·           Feati (2010) ; Rp. 11.240.000,- (Pembelajaran Pembuatan Bibit Jamur) dan Agribisnis Ternak Domba)
·           APBD II (2010) ; Rp. 12.000.000,- (Untuk 2 kelompok budidaya jamur merang)



Selasa, 26 Juli 2011

PROFIL UP-FMA MEKARTANI DS. KUTAGANDOK KEC. KUTAWALUYA KAB. KARAWANG

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah Puji dan Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt, zat Yang Maha Indah dengan segala keindahan-Nya, zat yang Maha Pengasih dengan segala kasih sayang-Nya, yang terlepas dari segala sifat lemah semua makhluk-Nya. Alhamdulillah berkat Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan profil ini. Shalawat serta salam mahabbah semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa risalah Allah terakhir dan penyempurna seluruh risalah-Nya.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati izinkanlah penulis untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjasa memberikan motivasi dalam rangka menyelesaikan penyusunan profil ini.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam penyusunan profil ini, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.
Karawang,   Mei 2011
                                                                                 Penyusun






GAPOKTAN MEKAR TANI
DESA KUTAGANDOK KECAMATAN KUTAWALUYA
KABUPATEN KARAWANG PROVINSI JAWA BARAT

1.  Latar Belakang Gapoktan Mekar Tani
Desa Kutagandok adalah salah satu Desa yang ada di Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang. Luas wilayah Desa Kutagandok  572 Ha, terdiri dari  457 Ha lahan sawah teknis, sisanya seluas 115 Ha adalah tanah darat. Desa ini sebelah Utara berbatasan dengan Desa Jayakerta dan Rengasengklok Utara, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kutakarya, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Rengasdengklok Utara, sedangkan sebelah Timur berbatasan dengan Desa Kutajaya. Topografi Desa Kutagandok adalah aluvial kecoklatan.
Jarak tempuh dari Desa Kutagandok ke Kota Kecamatan sejauh 2 km dapat ditempuh dengan transportasi ojek/becak. Jarak ke Kota Kabupaten sejauh 17 km dapat ditempuh dengan transportasi angkutan umum/angkutan kota. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota provinsi sejauh 120 km dapat ditempuh menggunakan Bus, kereta api atau angkutan umum lainnya.
Mata pencaharian sebagaian besar masyarakatnya adalah sebagai petani sawah, baik sebagai pemilik penggarap maupun penggarap. Produktivitas padi yang dihasilkan masyarakat pada saat itu baru mencapai angka rata-rata sebesar 5 ton/Ha, dengan pola tanam yang hanya mengandalkan kemampuan petani seadanya tanpa dibantu dengan teknologi yang lebih maju.
Pada akhir tahun 1980an masyarakat Desa Kutagandok mulai membentuk kelompk tani dengan nama Wargi Saluyu yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Karawang melalui petugas lapangan Desa Kutagandok. Bersamaan pada saat itu diikuti pula oleh para petani di dusun lain yang ada di Desa Kutagandok membentuk kelembagaan kelompok tani untuk mempermudah penyebaran informasi dan teknologi tentang masalah pertanian.
Seiring berjalannya waktu dari tahun ketahun dengan berbagai dinamika persoalan yang muncul ditengah-tengah kehidupan petani pada saat itu, pada pertengahan tahun 1990an terjadi kejenuhan dan menurunnya semangat petani karena para tokoh tani pendiri kelompok-kelompok yang ada tidak memiliki generasi penerus untuk mengelola dan melanjutkan kelembagaan tani yang sudah terbentuk. Hal ini terjadi karena adanya pandangan sebagian masyarakat bahwa profesi petani tidak menjanjikan masa depan yang lebih baik. Mereka lebih tergiur oleh kehidupan kota dan lebih memilih menjadi karyawan pabrik yang menurut mereka lebih menjanjikan.
Kondisi ini membuat para tokoh tani kehilangan tongkat estafet untuk meneruskan roda organisasi yang menjadi rumah tempat berkumpulnya petani dalam berbagi informasi dengan petani lain. Baru pada awal tahun 2000an tepatnya tahun 2002 petani di Desa Kutagandok mulai bengkit kembali dengan di fasilitasi petugas lapangan (Bp. A. Sukadma). Kehadiran beliau mampu merangsang gairah dan semangat petani dalam mengelola usahataninya. Penyuluhan dan bimbingan teknis serta informasi dan teknologi disampaikan kepada petani  dalam rangka meningkatkan produktivitas usaha tani di Desa Kutagandok.
Melalui prakarsa Bp. A. Sukadma selaku penyuluh lapangan Desa Kutagandok dan atas kesepakatan rembug petani, maka pada tahun 2002 terbentuklah Gabungan Kelompok Tani “MEKAR TANI”, yang merupakan wadah kerjasama antar kelompok tani yang mempunyai kepentingan yang sama dalam pengembangan komoditas usaha tani. Gapoktan Mekarani mewadahi sekitar 9 kelompok tani yang ada diwilayah Desa Kutagandok. Jumlah anggota Gapoktan yang tercatat pada saat itu 782 orang dengan luas areal sawah sekitar 457 Ha.
Pada awal terbentuknya Gapoktan “MEKAR TANI” hanya terpaku pada usahatani padi sawah yang dikelola secara tradisional, tetapi dalam hal lain mempermudah petani untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan pertanian.

 
2.  Kegiatan Pengembangan Organisasi & Usaha Gapoktan
Pada tahun 2004, Gapoktan “MEKAR TANI” mendapatkan fasilitas berupa 1 buah  mesin perontok padi dalam rangka program mengurangi kehilangan hasil. Karena dianggap mampu menjalankan program tersebut, pada tahun 2006 Gapoktan “MEKAR TANI” kembali di fasilitasi alat perontok padi sebanyak 6 unit dan dijadikan proyek percontohan penggunaan alat perontok padi. Penggunaan alat tersebut mampu menekan angka kehilangan hasil sampai ± 10 %. Hal ini kemudian membuat kelompok-kelompok lain disekitar  Desa Kutagandok mengikuti menggunakan alat tersebut.
Pada tahun yang sama(2006) Gapoktan “ MEKAR TANI” telah mampu bermitra dengan Koperasi METRORETAIL MART Jakarta untuk penyediaan beras bagi anggotanya.kebutuhan yang mampu dipenuhi sebanyak 22 ton /bulan. Kerjasama ini mampu berjalan sampai saat ini.
Di tengah keberlangsungan aktivitas dinamikanya, pada tahun 2007 oleh Dinas Pertanian Kehutanan Dan Perkebunan kabupaten Karawang Gapoktan “MEKAR TANI” diikutsertakan dalam program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (FEATI). Rasa keterbatasan, kehausan dan keingintahuan tentang informasi inovasi teknologi pertanian dapat diperoleh dari pelaksanaan program FEATI tersebut melalui Penyuluh Pertanian setempat yang bertindak sebagai pendamping Gapoktan dan sumber informasi inovasi teknologi seperti BPTP Jawa Barat dan Balai Penelitian Padi Sukamandi. Sentuhan informasi teknologi tersebut diharapkan akan mampu memberdayakan dan merubah pola fikir, sikap  dan keterampilan para petani menjadi petani modern yang berwawasan agribisnis.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas petani sebagai pelaku dan penyebar informasi teknologi pertanian, pada tahun 2008 Gapoktan “MEKAR TANI” mengajukan proposal pembelajaran pembuatan telur asin, pembuatan pupuk bokashi dan pemijahan ikan lele. Dilanjutkan pada tahun 2009-2010 dengan pengajuan proposal tentang budidaya itik dari mulai penetasan, pembesaran dan pembuatan ransumnya. Kegiatan FEATI di 2 tahun terakhir inilah yang menjanjikan  harapan besar untuk membuka gerbang dunia agribisnis. Misalnya dengan memulai kerjasama dengan perusahaan (PT.MULTI UNGGUL SEJAHTERA) sebagai penyedia telur tetas atau DoD  dari itik jenis unggulan.
Dan pada tahun 2010 pulalah Gapoktan “MEKAR TANI” mencoba memasarkan beras ke pasar modern yaitu ke HYPERMART dan CAREFOUR tapi dikarenakan ada beberapa kendala terutama dipengemasan, hal ini menjadikan kerjasama ini tidak berjalan dengan baik. Pada tahun berikutnya tepatnya pada tanggal 4 februari tahun 2011 Gapoktan “MEKAR TANI” bersama dengan Gapoktan-gapoktan lain yang ada di Karawang merintis pasar tani yang diadakan setiap hari Jum’at pertama dilapangan Karangpawitan tepatnya di pusat kota Karawang. Pasar tani ini bertujuan memfasilitasi  Gapoktan- gapoktan yang ada di Karawang untuk memasarkan produk-produk hasil pertaniannya, dan diharapkan kegiatan Pasar Tani ini menjadi tonggak kebangkitan Gapoktan-gapoktan yang ada di Karawang. Hal Ini ditandai dengan diawalinya kerjasama dengan ICMI jakarta untuk memasarkan produk pertanian terutama beras. Dari kerjasama yang mulai dibangun ini diharapkan  berkelanjutan dan tidak hanya dalam pemasaran beras saja tapi untuk produk-produk hasil pertanian lainya juga.
Pada tahun yang sama Gapoktan Mekar Tani juga tengah mengembangkan kegiatan usahanya dalam bidang ternak terpadu melalui program UPPO (Unit Pengolah Pupuk Organik). Ini menjadi sinergi dengan kegiatan yang sedang dijalankan yaitu pengembangan padi non pestisida/semi organik dengan memprioritaskan penggunaan pupuk organik dan mengurangi penggunakan pupuk anorganik. Dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapat petani anggota Gapoktan yang sekaligus membangun keluarga petani menjadi lebih baik secara ekonomi.


a.   Asset yang Dimiliki Gapoktan  MekarTani
No
Jenis Barang
Jumlah
Keterangan
1
Mesin Perontok Padi
7 unit
Milik Gapoktan
2
RMU (2 phase)
1 unit
Milik Gapoktan
3
Hand Traktor
3 unit
Milik Gapoktan
4
Bed Drayer
1 unit
Milik Gapoktan
5
Power Sprayer
2 unit
Milik Gapoktan
6
Moiuster Tester
1 unit
Milik Gapoktan
7
Mesin Tetas
20 unit
Milik Gapoktan
8
Sekretariat
1 unit
Pinjam
9
Komputer
1 unit
Pinjam
10
Meja & Kursi
1 sett
Pinjam











b.   Inovasi Teknologi yang Dimiliki Gapoktan Mekar Tani
Budidaya Padi Sawah
·        Dalam rangka meningkatkan hasil dan efisiensi biaya pr
oduksi tanam, Gapoktan saat ini sedang menggalakan pola tanam Legowo 2. Dengan jarak tanam 30 x 15 x 40 cm. Diharapkan dengan pola ini dapat mempermudah perawatan tanaman padi serta mampu meningkatkan produktivitas.
·        Terus menggalakan penggunakan mesin perontok yang telah dimodivikasi sedemikian rupa guna menekan serendah mungkin angka kehilangan hasil.
·        Mengembangkan teknologi beras sehat berserat beraroma, bekerjasama dengan Gapoktan Sri Rejeki.
·        Mengembangkan pola tanam SRI (System Of Rice Intensification)
Budidaya Itik
·        Mengembangkan model mesin tetas dengan bahan bakar gas.
·        Mengembangkan jenis itik hibrida MA (Mojosari-Alabio). Dimana jenis itik ini untuk wilayah Jawa Barat baru ada di Kabupaten Karawang.
·        Pembuatan pakan murah untuk itik dan sapi.
Packaging
·        Megembangkan cara pengemasan produk yang lebih baik agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing dipasar modern.
c. Kemitraan Gapoktan dengan Pihak lain
Sejauh ini Gapoktan Mekar Tani sudah bermitra dalam hal pemasaran beras reguler maupun beras specialty dengan Koperasi Metroretail Mart Jakarta dan ICMI Jakarta. Sedangkan dalam budidaya  itik bermitra dengan PT. Multi Unggul Sejahtera Karawang.

3.  Rancangan Pengembangan Usaha Gapoktan Mekar Tani 

 








Lampiran-lampiran




 

STRUKTUR ORGANISASI
GAPOKTAN MEKAR TANI DESA KUTAGANDOK
KEC. KUTAWALUYA KAB. KARAWANG


 










(Terlampir)