PROPFIL
GAPOKTAN SALUYU
DESA PACING, KECAMATAN JATISARI, KABUPATEN KARAWANG
Gabungan Kelompoktani (Gapoktan) Saluyu, beralamat di KP. Karajan RT 03/04. Desa Pacing Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang berdiri pada tanggal 1 Maret 2007. Sususnan kepengurusan Gapoktan Saluyu adalah sebabagi berikut:
· Ketua | : | · H. Murtado |
· Sekretaris | : | · Maman · Dade |
· Bendahara | : | · Tatang · Dadang |
· Unit Usaha | · | |
1. Unit Sarana Produksi | : | · Maman |
2. Unit Pengolahan Hasil | : | · Herman |
3. Unit Pemasaran Hasil | : | · Carsim |
4. Unit Usaha Teknologi | : | · H. Murtado |
5. Unit Keuangan Mikro | · Dadang |
Jumlah kelompoktani yang tergabung dalam Gapoktan Saluyu sebanyak 5 kelompoktani dan 1 kelompok wanita tani, yaitu :
1. Kelompo Margatani |
2. Kelompok Saluyu |
3. Kelompok Garut Jaya |
4. Kelompok Binangkit |
5. Kelompok Drajat Tani |
6. KWT ............. |
Jenis usaha yang dikelola oleh Gapoktan Saluyu adalah budidaya jamur merang, padi dan ternak domba. Dari ke tiga jenis usaha tersebut yang paling berkembang adalah budi daya jamur merang yanjg dimotori langsung oleh Ketua Gapoktannya yaitu H. Murtado.
Pada awalnya (tahun 2009) Gapoktan Saluyu hanya memiliki 1 unit kumbung jamur. Untuk menunjang perkembangangan usaha jamur merang, pada tahun 2009 memperoleh pembelajaran Agribisnis jamur merang dari Feati. Pelaksanaan pembelajaran diikuti oleh 20 orang anggota Gapoktan. Setelah mendapatkan pembelajaran usaha jamur merang terus berkembang sampai saat ini., Sampai April 2011 jumlah kumbung bertambah menjadi 41 unit dengan jumlah petani 28 orang. Ini berarti satu orang petani memiliki kumbung antara 1-2 unit. Rata-rata produksi per kumbung adalah 300 kg per periode panen (terendah 250 kg/periode dan tertinggi 400 kg / periode). Target pasar untuk satu orang bandar yang harus dipenuhi sebanyak 3 ton/hari, sedangkan produksi baru mencapai 315 kg/har. Padahal peluang pasar per hari mencapai 2, 7 ton.
Dari hasil budidaya jamur merang ini, masing-masing anggota sudah merasakan adanya peningkatan pendapatn. Setelah punya kumbung jamur pendapatan bulanan rata-rata 2.000.000. Untuk pemasaran jamur sudah menjalin kemitraan dengan bandar dari Kabupaten Karawang dan kabupaten Subang, sehingga pemasaran hasil panen jamur tidak menjadi masalah. Disamping usaha budidaya jamur merang, Gapoktan Saluyu juga telah dapat membuat bibit jamur F2 sendiri. Bibit jamur yang dihasilkan kualitasnya cukup bagus, tidak kalah dengan produsen produsen bibit yang telah ada. Dari usaha pembuatan bibit jamur, selain memenuhi kebutuhan anggota kelompok saluyu, juga sudah digunakan oleh petani jamur di wilayah Kabupaten Karawang bahkan sudah ke luar kabupaten yaitu ke Cirebon dan ke luar provinsi yaitu ke Batam. Permintaan akan bibit jamur yang dihasilkan oleh Gapoktan Saluyu terus mengalir, akan tetapi belum bisa dipenuhi, karena keterbatasan alat dan sumberdaya manusia (anggota) yang menguasai pembibitan. Anggota kelompok yang bisa membuat bibit jamur samapai penyambungan baru 5 orang
Selain usaha budidaya jamur merang dan pembuatan bibit jamur F2, saat ini Gapoktan saluyu mempunyai kegiatan pembuatan kompos dari bekas jamur, penggemukan domba, dan penyelenggaraan pelatihan P4S
Usaha pengemukan domba dilakukan oleh 20 orang anggota kelompok dengan kepemilikan rata-rata 3 ekor per orang. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan usaha ternak domba, pada tahun 2010 Gapoktan Saluyu mendapatkan pembelajaran mengenai Agribisnis ternak domba dari dana Feati. Teknologi yang digunakan oleh petani dalam pemeliharaan ternak domba sudah ada kemajuan, diantaranya untuk pemeliharaan kesehatan sudah menggunakan obat cacing, kemudian perbaikan tatalaksana kandang, dan perbaikan kualitas pakan. Khusus mengenai pakan, petani sudah menggunakan pakan tambahan hijauan (daun-daunan) ditambah kacang kacangan dan dedak. Juga menggunakan Urea Molases Serbuk (UMS). Dengan pakan seperti ini ada penambanhan berat badan rata-rata 2,5 kg/ekor/ 10 hari. Dari perbaikan kualitas pakan ini, maka petani sedikitnya sudah mulai mendapatkan keuntungan, yaitu apabeli membeli domba seharga 1.000.000, setelah 3 bulan dijual harganya menjadi 1.500.000,-. Berarti selama tiga bulan petani sudah mendapatkan keuntungan 500.000,-.
Pembentukan P4S
Gapoktan sebagai calon tempat pembelajaran (P4S) bagi petani sudah mulai berkembang. Banyak petani di luar kabupaten yang magang, konsultasi lewat telepon maupun datang secara individu. Materi yang dipelajari adalah; budidaya jamur merang secara keseluruhan dengan teknologi ala “MURTADO” (penekanan terhadap penyelupan media dan pengaturan suhu), pembuatan bibit jamur, dan pembuatan kasmur, juga materi penggemukan domba.
Perkembangan Aset
Aset awal yang dipunyai oleh Gapoktan saluyu untuk budidaya jamur merang hanya Autoclav sederhana bikinan sendiri. Saat ini sudah mempunyai: 2 buah autoclav, 1 unit inkubator, 1 unit pompa air, 1 unit blower. Aset penunjang laian yaitu; 2 unit meja tulis, dan 1 unit wairless. Aset ini merupakan bantuan dari Dinas Pertanian dan BP4K Kabupaten Karawang.
Perkembangan Modal
Permodalan yang dimiliki oleh Gapoktan saluyu, sebagian besar merupakan bantuan berbagai program pemerintah. Bantuan permodalan adalah:
· Program PUAP (2011); Rp. 100.000.000, ( disalurkan kepada 5 kelompok uantuk usaha padi, jamur merang dan usaha bakulan)
· UEP (2010) ; Rp. 40.000.000,- (disalurkan kepada 40 orang)
· UEP (2011) ; Rp. 43.000.000,- ((disalurkan untuk penamabahan usaha jamur merang)
· Feati (2008) ; Rp. 17.000.000,- (pembelajaran pupuk organik dan pemijahan ikan lele dumbo)
· Feati (2009) ; Rp. 21.449.500,- ( Pembelajaran Agribisnis Jamur Merang)
· Feati (2010) ; Rp. 11.240.000,- (Pembelajaran Pembuatan Bibit Jamur) dan Agribisnis Ternak Domba)
· APBD II (2010) ; Rp. 12.000.000,- (Untuk 2 kelompok budidaya jamur merang)